News Sinjai Utara — Bahu jalan di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai kembali menjadi sorotan setelah area tersebut dipenuhi kendaraan yang parkir sembarangan. Meski sudah terpasang spanduk larangan parkir, para pengendara tetap memanfaatkan bahu jalan sebagai tempat berhenti dan menunggu, sehingga mengganggu arus lalu lintas di kawasan itu.

Pantauan di lokasi pada Rabu (27/11/2025), sejumlah motor dan mobil tampak berjajar di sepanjang bahu jalan. Beberapa di antaranya bahkan berhenti tepat di dekat pintu masuk IGD, membuat akses bagi kendaraan darurat menjadi terhambat.
Baca Juga : IM3 Platinum Hadirkan Konektivitas Tanpa Batas Bagi Traveller Lintas Negara
Arus Lalu Lintas Sering Tersendat
Bahu jalan RSUD Sinjai merupakan jalur vital yang selalu padat, terutama pada jam kunjungan dan jam sibuk masyarakat. Kondisi parkir liar ini menyebabkan penyempitan lajur yang membuat lalu lintas di area tersebut kerap tersendat.
Beberapa pengendara mengeluhkan situasi tersebut. Mereka menilai kondisi ini membahayakan, terutama bagi ambulans yang membutuhkan akses cepat dan bebas hambatan menuju rumah sakit.
“Kadang ambulans susah masuk karena banyak kendaraan parkir sembarangan. Padahal sudah jelas ada larangan,” ujar salah seorang warga yang melintas.
Spanduk Larangan Parkir Tidak Diindahkan
Pihak RSUD Sinjai sebenarnya telah memasang beberapa spanduk berisi larangan parkir di bahu jalan. Namun, upaya tersebut belum cukup efektif. Sebagian pengendara mengaku tak menemukan area parkir resmi yang memadai, sehingga memilih berhenti di bahu jalan sebagai solusi cepat.
Selain itu, minimnya pengawasan di lokasi menjadi alasan lain mengapa tindakan parkir sembarangan masih terus terjadi.
Dishub dan Satlantas Diminta Bertindak
Menyikapi kondisi ini, warga mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Sinjai dan Satuan Lalu Lintas Polres Sinjai untuk mengambil langkah tegas. Penertiban dinilai perlu dilakukan secara rutin agar kawasan depan RSUD tetap tertib dan aman.
Beberapa warga juga mengusulkan agar dibuatkan kantong parkir tambahan atau area drop-off khusus bagi pengunjung rumah sakit, sehingga tidak semua kendaraan menumpuk di bahu jalan.
“Jika ada area khusus menurunkan penumpang, pasti tidak akan semrawut seperti sekarang,” tambah warga lainnya.
Manajemen RSUD Siap Berkoordinasi
Pihak RSUD Sinjai menyampaikan bahwa mereka siap bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk penambahan rambu, pemasangan pembatas jalan, atau penertiban bersama pihak kepolisian.
Manajemen menegaskan bahwa area depan rumah sakit harus tetap steril dari parkir liar demi keselamatan pasien dan kelancaran akses darurat.
Penutup
Fenomena parkir liar di depan RSUD Sinjai menunjukkan perlunya penanganan terpadu antara pemerintah, kepolisian, dan pihak rumah sakit. Penertiban dan penyediaan fasilitas parkir yang memadai diharapkan dapat mengatasi persoalan yang telah berlangsung cukup lama ini.









