News Sinjai Utara – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Hujan deras yang disertai angin kencang pada Senin malam menyebabkan sedikitnya 17 rumah warga mengalami kerusakan berat. Peristiwa ini terjadi di beberapa desa yang berada di Kecamatan Sinjai Timur dan Sinjai Tengah, wilayah yang dikenal rawan saat terjadi cuaca buruk.

Menurut laporan awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, angin kencang datang secara tiba-tiba dan berlangsung sekitar 30 menit. Namun, dampaknya cukup signifikan. Sejumlah rumah warga kehilangan atap, sebagian terangkat angin, dan beberapa bangunan mengalami kerusakan pada dinding serta rangka.
Baca Juga : Disdik Sinjai Diundang ke Puncak AVI 2025 Usai Menangkan Penghargaan Nasional
BPBD Sinjai Gerak Cepat Lakukan Evakuasi dan Pendataan
Setelah menerima laporan dari perangkat desa, BPBD Sinjai langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Tim gabungan bersama aparat kecamatan membantu membersihkan puing, mengevakuasi warga, serta memasang terpal untuk menutup atap rumah yang rusak.
Kepala BPBD Sinjai menuturkan bahwa pendataan terus diperbarui untuk memastikan jumlah kerusakan dan kebutuhan mendesak warga. Selain 17 rumah yang rusak berat, beberapa rumah lain dilaporkan mengalami kerusakan sedang dan ringan, terutama pada bagian atap dan plafon.
“Kami bergerak cepat karena ini menyangkut keselamatan warga. Saat ini tim sedang mendata kebutuhan darurat, termasuk terpal, makanan siap saji, dan bantuan logistik lainnya,” ujarnya.
BPBD juga telah membuka posko sementara untuk koordinasi penanganan bencana serta menerima laporan tambahan dari warga yang terdampak.
Warga Harapkan Bantuan Perbaikan Rumah
Beberapa warga yang rumahnya rusak berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan material bangunan untuk memperbaiki tempat tinggal mereka. Sebagian besar dari rumah yang rusak merupakan bangunan semi permanen yang mudah terdampak angin kencang.
Seorang warga Desa Tongke-Tongke, salah satu lokasi paling terdampak, menceritakan bahwa atap rumahnya terbang tersapu angin hanya dalam hitungan menit. “Kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Yang penting anak-anak aman. Semoga ada bantuan untuk kami memperbaiki rumah,” katanya.
Pemerintah Desa dan kecamatan kini mengoordinasikan data kerusakan yang akan diserahkan ke pemerintah kabupaten untuk proses tindak lanjut bantuan rehabilitasi.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Sinjai. Fenomena ini dipicu oleh aktivitas awan konvektif yang meningkat akibat perubahan tekanan udara di wilayah selatan Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah pesisir, dataran rendah, dan permukiman yang rentan terhadap bencana angin puting beliung serta banjir.
Pemerintah Sinjai Fokus pada Pemulihan Pasca-Bencana
Pemerintah Kabupaten Sinjai menegaskan bahwa mereka akan menyalurkan bantuan darurat sesegera mungkin. Selain itu, proses asesmen kerusakan akan menjadi dasar pemberian bantuan jangka pendek dan jangka panjang, termasuk rehabilitasi rumah warga dan pemulihan fasilitas umum.
Langkah koordinasi lintas instansi turut dilakukan agar seluruh kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan cepat. Pemerintah daerah berharap masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap perubahan cuaca yang masih tidak stabil.








