News Sinjai Utara – Bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, telah mengakibatkan kerusakan parah dan dampak besar bagi masyarakat di delapan kecamatan. Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu hingga Senin (6–7 Juli 2025) memicu tanah longsor dan banjir bandang, menyebabkan ribuan warga terdampak serta infrastruktur rusak berat.

Kepala BPBD Kabupaten Sinjai, Budiman, melaporkan bahwa longsor terparah terjadi di Kecamatan Sinjai Barat, khususnya di Desa Bontolempangan. Di sana, jalan sepanjang 100 meter tertimbun material longsor dengan ketebalan hingga 10 meter, menyulitkan akses keluar-masuk desa.
“Tercatat dua dusun dengan 180 jiwa terdampak langsung. Material longsor menutupi jalan dan merusak rumah warga. Penanganan terus kami lakukan bersama tim gabungan,” ujar Budiman, Selasa (29/7/2025).
Baca Juga :BNPB: Dua jembatan putus akibat banjir dan longsor di Trenggalek
Kerusakan Infrastruktur dan Rumah Warga Meluas
BPBD juga mencatat 10 rumah tertimbun tanah yang tersebar di enam desa di Kecamatan Sinjai Borong, Sinjai Tengah, dan Sinjai Barat. Sebagian warga masih mengungsi dan lainnya terisolasi karena akses yang tertutup.
Tiga jembatan penghubung antar desa putus, dan 18 irigasi rusak, membuat distribusi bantuan semakin sulit. Sebanyak 46 warga mengungsi dan dua orang mengalami luka berat yang saat ini dirawat intensif di rumah sakit.
Di Kecamatan Sinjai Tengah, terdapat 12 titik longsor, 4 rumah rusak berat, dan 62 hektare lahan pertanian terkena dampak. Di Sinjai Timur, 122 hektare sawah dan 64 rumah terendam banjir.
Dampak Meluas ke 8 Kecamatan, Ribuan Jiwa Terdampak
Secara keseluruhan, bencana yang melanda Sinjai ini berdampak pada 3.152 jiwa atau 893 keluarga. Di Kecamatan Sinjai Utara, sebanyak 3.072 jiwa terdampak banjir, sementara di Tellulimpoe dan Sinjai Selatan, jembatan dan saluran irigasi rusak parah, serta 6 ekor sapi dilaporkan hanyut terbawa arus.
Selain itu, empat gedung sekolah terdampak, memengaruhi aktivitas belajar-mengajar. Pemerintah daerah saat ini memfokuskan upaya pada pembersihan material longsor, distribusi bantuan logistik. Dan pendataan lebih lanjut atas kerugian yang ditimbulkan.
“Kami terus mengimbau warga untuk tetap waspada. Potensi longsor susulan masih ada karena cuaca belum stabil,” ujar Budiman.
Pemerintah dan Relawan Bergerak Cepat
Tim SAR gabungan bersama relawan lokal bekerja ekstra dalam membuka akses jalan yang tertimbun serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan logistik, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya sangat dibutuhkan untuk para pengungsi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga telah menginstruksikan untuk memberikan bantuan tanggap darurat serta perbaikan infrastruktur secara bertahap setelah kondisi lebih aman.









